Children of Heaven
Ada yang masih ingat dua anak ini?
Namanya Ali dan Zahra, mereka dua tokoh di salah satu film anak favorit saya, selain Laskar Pelangi dan Taare Zameen Par (Like Stars on Earth).
Ya, ini film lama, film tahun 1997... Judulnya Bachecha-Ye Aseman atau lebih terkenal di dunia internasional dengan judul Children of Heaven 😍👍.
Cerita diawali dengan Ali yang kehilangan sepatu adiknya. Sepatu adiknya yang baru saja diperbaiki oleh tukang sol, tidak sengaja terambil oleh pemulung sewaktu Ali tengah belanja dan menaruh sepatu itu di tumpukan kayu depan kios penjual kentang.
Karena takut dimarahi ayahnya, Ali membujuk adiknya agar tidak memberitahu orangtua mereka. Diberinya sang adik, Zahra, pensil dan pulpen kesayangannya agar adiknya merasa sedikit terhibur.
Kondisi orangtua mereka yang miskin, tidak memungkinkan untuk membeli sepatu baru. Sang ayah hanya bekerja sebagai marbot Mesjid dan kerjaan serabutan lainnya.
Akhirnya Ali memutuskan untuk memakai sepatu miliknya secara bergantian.
Jadilah kedua anak ini berlari-lari untuk segera bergantian sepatu karena Zahra masuk sekolah pagi, Ali masuk siang.
Anak-anak yang baik dan pintar ya, mereka sadar kondisi orangtua mereka. Mereka tidak mengeluh dan tidak mau menuntut, justru mencari solusi 👍.
Suatu hari, Zahra pernah melihat sepatunya dipakai seorang anak gadis. Dia dan Ali berusaha mengikuti anak gadis itu untuk mengambil kembali sepatunya. Tapi begitu dilihatnya kondisi anak gadis dan ayahnya yang buta, mereka pun urung mengambil sepatunya.
.
Bikin saya terenyuh... Mereka yang miskin saja masih ada rasa peduli dengan sesamanya yang lebih menderita.
Film ini juga mengajarkan nilai kejujuran, bagaimana orang dengan kondisi miskin, tetap memegang prinsip tuk menjaga amanah.
Saat keluarga mereka kehabisan gula, bisa saja sang ayah mengambil persediaan gula batu yang selalu dibelahnya untuk pengajian di Mesjid, tapi ayahnya tidak mau melakukan itu.
Hebat, ya! Padahal hanya sedikit gula saja... Tapi memang seharusnya begitu, kan?
Dimulai dengan jujur pada diri sendiri, gak mengambil sesuatu yang bukan haknya sekecil apapun.
Dan sekarang ini, justru banyak orang pintar yang pandai mengambil hak orang lain, tapi orang jujur yang mampu menjaga amanah itu... Langka...
Lanjut ceritanya... Akhirnya Ali mengikuti lomba lari untuk mendapatkan hadiah sepatu sebagai juara kedua (atau ketiga deh 🤔, lupa 😅). Tapi bukannya juara kedua yang diraih, Ali malah jadi juara pertama lomba lari, walhasil Ia sedih karena gak dapat hadiah sepatu untuk adiknya...
Akhir cerita ini, meskipun akan happy ending, gak tuntas seperti yang kita inginkan, terpotong agar kita bisa berimajinasi sendiri...
Setelah lomba lari, Ali yang kecewa karena gak dapat sepatu, hanya bisa duduk sedih di tepi kolam sambil memasukkan kakinya ke dalam kolam, ikan-ikan kecil di dalamnya berebutan mencium kakinya...
Sementara di tempat lain, ayahnya yang baru saja mendapatkan rejeki lebih hasil merapikan kebun orang kaya, membeli dua pasang sepatu untuk Ali dan Zahra...
Gak neko-neko ya, filmnya... Memang film yang sederhana baik cerita, setting, gak lebay deh, tapi kaya akan pesan moral; kasih sayang seorang kakak pada adiknya, kepedulian pada sesama, hidup yang bersahaja, selalu mau berusaha, pintar mencari solusi, dan kejujuran memegang amanah.
Pantas saja film ini banyak mendapat penghargaan.
Teman-teman punya rekomendasi film anak yg bagus lainnya? Boleh dong di share, makasih 😊🙏.
Komentar
Posting Komentar